Sabtu, 27 Juni 2015






IDENTITAS :
Judul Film       : PHP 

Penulis             : Sri Muslimah I. Nasution
Editor              : Krisno Wicaksono
                          Nurfitria ningsih
                          Ronaldo
                          Vivi sintana dewi
Pemeran          : Ahmad Baihaqi
                          Anggoro Riyadi Putra
                          Ayudia Puspita Dara
                          Fatimah Harum Aisyah
                          Krisno Wicaksono
                          Muhammad Amirrudin
                          Nurfitria Ningsih
                          Ronaldo
                          Sri muslimah I. Nasution
                          Vivi Sintana Dewi
Negara             : Indonesia
Bahasa             : Bahasa Indonesia


SINOPSIS
Koko adalah seorang mahasiswa yang mempunyai pola pikir yang maju dan modern. Dia berfikir bahwa negara ini akan lebih berkembang jika seluruh lapisan masyarakatnya dapat mengenyam pendidikan. Maka dari situ dia berniat untuk mendirikan program belajar dengan tujuan dapat mendidik anak-anak jalanan yan putus sekolah. 

Pada suatu hari, sehabis pulang kuliah Koko (Ronaldo) bertemu dengan seorang anak jalanan bernama Doel (Krisno Wicaksono) yang sangat suka dengan pendidikan namun tidak dapat melanjutkan mimpinya di bangku sekolah karena kemiskinan. Anak ini dipaksa bekerja oleh ayahnya Babe (Ahmad Baihaqi) untuk berjualan koran dan melarangnya belajar.

Karena rasa pedulinya terhadap orang lain, dan merasa harus punya andil dalam membagi ilmu pengetahuan bagi generasi masa depan bangsa, Koko akhirnya membangun sebuah program belajar yang bernama PHP bersama teman kuliahnya yaitu  Ayu, Aisyah, Mei, Kiki (Ayudia P. Dara, Fatimah Harum Aisyah, Sri Muslimah I. Nasution, Nurfitria Ningsih) Namun, dalam membangun program ini, Koko dan teman kuliahya punya sedikit masalah yaitu preman – preman yang menolak adanya program belajar yaitu Bambang, Jarot, Yati (Anggoro Riyadi Putra, Muhammad Amiruddin, Vivi Sintana Dewi)

Bagi Koko itu bukan rintangan yang berarti, program tetap berjalan sesuai rencana. Namun dia harus berhadapan dengan Babe untuk meminta izin agar si Doel dapat mengikuti program belajar yang didirikannya. Sifat Babe yang keras membuat Koko dan teman-temannya harus mendatangi rumah Babe dan melakukan tukar pikiran  dengan proses perizinan yang berliku-liku akhirnya Babe mengiyakan anaknya ikut.  

KELEBIHAN : 
Ada beberapa kelebihan dari film ini menurut saya:
1. Cerita ini diambil dari real life.
2. Akting
 dari pemerannya cukup menghayati alur cerita.
3.
 Terdapat banyak kritik dari mahasiswa Indonesia bagi pemerintah negara ini



KEKURANGAN :
Tidak ada karya yang sempurna, film ini pun punya kekurangan yang menurut saya mengganggu, yaitu alur ceritanya monoton dan kurang menarik. Tidak adanya efek suara atau hal – hal dapat membuat cerita ini makin dramatis. Film ini di tampilkan sangat apa adanya, tanpa perombakan yang berarti.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar