Program Sejuta Lubang Biopori Menyuburkan Tanah
dan Menekan Potensi Banjir Ibukota
Latar Belakang
Penanganan sumber daya alam yang berupa
tanah dan air harus dilaksanakan sebaik-baiknya berdasarkan demi kelestarian,
keserasian dan pemanfaatan yang optimal. Penggunaan pemanfaatan tanah yang tidak sesuai dengan tata cara konservasi dan melampaui batas akan
menyebabkan terjadinya lahan kerusakan lahan. Disamping itu perilaku masyarakat
yang belum mendukung pelestarian tanah menyebabkan terjadinya bencana alam banjir pada musim penghujan.
Untuk terhindar dari hal tersebut
perlu dilakukan upaya pelestarian
lahan kritis, dapat dikembangkan pengembangan dengan sistem biopori. Biopori pada
lahan kritis dimaksudkan untuk memulihkan
kesuburan tanah, melindungi tata air,
dan kelestarian daya dukung lingkungan.
Dalam rangka pemanfaatan sumber daya
alam baik berupa tanah dan air perlu direncanakan dan dikelola secara tepat
melalui suatu sistem pengelolaan Lubang Resapan Biopori (LRB). Salah satu upaya
pokok dalam pengelolaan LRB adalah berupa pengaturan keseimbangan pada
lingkungan yang kurang daerah peresapan.
Pembahasan
Pembuatan biopori sangat
bermanfaat untuk menyalurkan air dari atas permukaan tanah yang tergenang
menuju ke bawah tanah. Biopori secara umum, dapat mengurangi resiko bahaya
banjir didaerah yang kurang lahan peresapan air. Tidak hanya sebagai pencegah
banjir, penerapan biopori yang secara rutuin akan menghasilkan pupuk kompos
yang sangat bermanfaat. Ir. Kamir R. Brata, Msc dari Institut
Pertanian Bogor (2008) menjelaskan biopori adalah “lubang sedalam 80-100cm
dengan diameter 10-30cm, dimaksudkan sebagi lubang resapan untuk menampung air
hujan dan meresapkannya kembali ketanah”. Biopori memperbesardaya tamping tanah
terhadap air hujan, mengurangigenangan air, yangselanjutnya mengurangi limpahan
air hujan turun kesungai. Dengan demikian,mengurangi juga aliran danvolume air
sungai ke tempatyang lebih rendah, seperti Jakarta yang daya tampunga irnya
sudah sangat minim karena tanahnya dipenuhi bangunan.
Manfaat Biopori menurut Griya (2008) menguraikan manfaat biopori sebagai berikut:Banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh dari biopori, bila kita mau menerapkannya di lingkungan sekitar.
1. Mencegah
banjir
Banjir sendiri telah menjadi bencana yang merugikan bagi warga Jakarta. Keberadaan
lubang biopori dapat menjadi jawaban dari masalah tersebut. Bayangkan bila
setiap rumah, kantor atau tiap bangunan di Jakarta memiliki biopori berarti
jumlah air yang segera masuk ke tanah tentu banyak pula dan dapat mencegah
terjadinya banjir. Berkurangnya ruang terbuka hijaumenyebabkan berkurangnya
permukaan yang dapat meresapkan air kedalam tanah di kawasan permukiman. Peningkatan jumlah air hujan yang dibuang
karena berkurangnya laju peresapan air kedalam tanah akan menyebabkan banjir
pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau.
2.
Tempat pembuangan sampah organik
Banyaknya sampah yang bertumpuk juga telah menjadi masalah tersendiri di kota Jakarta. Kita dapat pula
membantu mengurangi masalah ini dengan memisahkan sampah rumah tangga kita
menjadi sampah organik dan non organik. Untuk sampah organik dapat kita buang
dalam lubang biopori yang kita buat.
3.
Menyuburkan tanaman Sampah organik yang kita buang di lubang biopori merupakan makanan
untuk organisme yang ada dalam tanah. Organisme tersebut dapat membuat sampah
menjadi kompos yang merupakan pupuk bagi tanaman di sekitarnya.
4. Meningkatkan kualitas air tanah organisme dalam tanah mampu membuat samapah
menjadi mineral-mineral yang kemudian dapat larut dalam air. Hasilnya, air tanah menjadi berkualitas karena
mengandung mineral.
Kesimpulan:
Kesimpulan:
Lubang Resapan
Biopori (LRB) secara umum adalah lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk
akibat berbagai aktivitas organisme di dalamnya, seperti cacing, perakaran tanaman,
rayap dan fauna tanah lainnya. Lubang - lubang yang terbentuk akanterisi udara
dan akan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah. LBR ini merupakan salah
satu upaya strategis untuk meminimalisir terjadinya bencana banjir. Salah satu
penyebab bencana banjir adalah karena kurangnya lahan untuk peresapan air, bila
air hujan turun secara berlebihan maka air tersebut tidak bisa menyerap ke
dalam tanah seluruhnya. Untuk menghindari hal itu, maka perlu kebijakan terbaru
untuk menerepkan pengembangan biopori di lingkungan. Dalam aspek penerapan biopori
tidaklah terlalu menghabiskan biaya yang terlalu banyak dan cara pembuatannya
pun cukup sederhana. Cukup membuat beberapa lubang di sekitar lingkungan,
kemudian lubang tersebut dapat diisi dengan sampah organik. Tapi dalam
memasukkan sambah organik jangan terlalu rapat, beri celah-celah udara agar
organisme tanah bisa mencerna sampah tersebut. Baru setelah itu tutup lubang
biopori. Bila dilihat dari segi manfaatnya, biopori memiliki banyak keuntungan,
yaitu bias mencegah banjir, menyuburkan tanah, menghasilkan pupuk kompos, dan sebagainya.
Daftar Pustaka:
R, Kamir Brata. 2009. Lubang Resapan Biopori untuk Mitigasi Banjir, Kekeringan dan Perbaikan. Prosiding Seminar Lubang Biopori (LBR) dapat Mengurangi Bahaya banjir di Gedung BPPT 2009. Jakarta.
Griya. 2008. Mengenal dan Memanfaatkan Lubang Biopori. (Online)(http://kumpulaninfo.com, diakses 31 Desember 2009).


