Jumat, 21 April 2017

Program Sejuta Lubang Biopori Menyuburkan Tanah dan Menekan Potensi Banjir Ibukota

 

Latar Belakang

Penanganan sumber daya alam yang berupa tanah dan air harus dilaksanakan sebaik-baiknya berdasarkan demi kelestarian, keserasian dan pemanfaatan yang optimal. Penggunaan pemanfaatan tanah yang tidak sesuai dengan tata cara konservasi  dan melampaui batas akan menyebabkan terjadinya lahan kerusakan lahan. Disamping itu perilaku masyarakat yang belum mendukung pelestarian tanah menyebabkan terjadinya bencana alam banjir pada musim penghujan.
Untuk terhindar dari hal tersebut perlu dilakukan upaya pelestarian lahan kritis, dapat dikembangkan pengembangan dengan sistem biopori. Biopori pada lahan kritis dimaksudkan untuk memulihkan kesuburan tanah, melindungi tata air, dan kelestarian daya dukung lingkungan.
Dalam rangka  pemanfaatan sumber daya alam baik berupa tanah dan air perlu direncanakan dan dikelola secara tepat melalui suatu sistem pengelolaan Lubang Resapan Biopori (LRB). Salah satu upaya pokok dalam pengelolaan LRB adalah berupa pengaturan keseimbangan pada lingkungan yang kurang daerah peresapan.


    Pembahasan
   Pembuatan biopori sangat bermanfaat untuk menyalurkan air dari atas permukaan tanah yang tergenang menuju ke bawah tanah. Biopori secara umum, dapat mengurangi resiko bahaya banjir didaerah yang kurang lahan peresapan air. Tidak hanya sebagai pencegah banjir, penerapan biopori yang secara rutuin akan menghasilkan pupuk kompos yang sangat bermanfaat. Ir. Kamir R. Brata, Msc dari Institut Pertanian Bogor (2008) menjelaskan biopori adalah “lubang sedalam 80-100cm dengan diameter 10-30cm, dimaksudkan sebagi lubang resapan untuk menampung air hujan dan meresapkannya kembali ketanah”. Biopori memperbesardaya tamping tanah terhadap air hujan, mengurangigenangan air, yangselanjutnya mengurangi limpahan air hujan turun kesungai. Dengan demikian,mengurangi juga aliran danvolume air sungai ke tempatyang lebih rendah, seperti Jakarta yang daya tampunga irnya sudah sangat minim karena tanahnya dipenuhi bangunan.

Manfaat Biopori menurut Griya (2008) menguraikan manfaat biopori sebagai berikut:Banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh   dari   biopori,   bila kita mau menerapkannya di lingkungan sekitar. 
1.    Mencegah banjir
     Banjir sendiri telah menjadi bencana yang  merugikan bagi warga Jakarta. Keberadaan lubang biopori dapat menjadi jawaban dari masalah tersebut. Bayangkan bila setiap rumah, kantor atau tiap bangunan di Jakarta memiliki biopori berarti jumlah air yang segera masuk ke tanah tentu banyak pula dan dapat mencegah terjadinya banjir. Berkurangnya ruang terbuka hijaumenyebabkan berkurangnya permukaan yang dapat meresapkan air kedalam tanah di kawasan permukiman. Peningkatan jumlah air hujan yang dibuang karena berkurangnya laju peresapan air kedalam tanah akan menyebabkan banjir pada musim hujan dan kekeringan pada musim kemarau.
2.    Tempat pembuangan sampah organik
Banyaknya sampah yang bertumpuk juga telah menjadi masalah  tersendiri di kota Jakarta. Kita dapat pula membantu mengurangi masalah ini dengan memisahkan sampah rumah tangga kita menjadi sampah organik dan non organik. Untuk sampah organik dapat kita buang dalam lubang biopori yang kita buat.
3.    Menyuburkan tanaman Sampah organik yang kita buang di lubang biopori merupakan makanan untuk organisme yang ada dalam tanah. Organisme tersebut dapat membuat sampah menjadi kompos yang merupakan pupuk bagi tanaman di sekitarnya.
4.    Meningkatkan kualitas air tanah organisme dalam tanah mampu membuat samapah menjadi mineral-mineral yang kemudian dapat larut dalam air. Hasilnya,  air tanah menjadi berkualitas karena mengandung mineral.

Kesimpulan:
Lubang Resapan Biopori (LRB) secara umum adalah lubang-lubang di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai aktivitas organisme di dalamnya, seperti cacing, perakaran tanaman, rayap dan fauna tanah lainnya. Lubang - lubang yang terbentuk akanterisi udara dan akan menjadi tempat berlalunya air di dalam tanah. LBR ini merupakan salah satu upaya strategis untuk meminimalisir terjadinya bencana banjir. Salah satu penyebab bencana banjir adalah karena kurangnya lahan untuk peresapan air, bila air hujan turun secara berlebihan maka air tersebut tidak bisa menyerap ke dalam tanah seluruhnya. Untuk menghindari hal itu, maka perlu kebijakan terbaru untuk menerepkan pengembangan biopori di lingkungan. Dalam aspek penerapan biopori tidaklah terlalu menghabiskan biaya yang terlalu banyak dan cara pembuatannya pun cukup sederhana. Cukup membuat beberapa lubang di sekitar lingkungan, kemudian lubang tersebut dapat diisi dengan sampah organik. Tapi dalam memasukkan sambah organik jangan terlalu rapat, beri celah-celah udara agar organisme tanah bisa mencerna sampah tersebut. Baru setelah itu tutup lubang biopori. Bila dilihat dari segi manfaatnya, biopori memiliki banyak keuntungan, yaitu bias mencegah banjir, menyuburkan tanah, menghasilkan pupuk kompos, dan sebagainya.


Daftar Pustaka:
  R, Kamir Brata. 2009. Lubang Resapan Biopori untuk Mitigasi Banjir, Kekeringan dan PerbaikanProsiding Seminar Lubang Biopori (LBR) dapat Mengurangi Bahaya banjir di Gedung BPPT 2009. Jakarta.

Griya. 2008. Mengenal dan Memanfaatkan Lubang Biopori. (Online)(http://kumpulaninfo.com, diakses 31 Desember 2009).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar